Penjelasan Konsep Ekonomi Kreatif dan Karakteristiknya

Qana
Qana

Daftar Isi

Konsep Ekonomi Kreatif dan Karakteristiknya - Era globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin maju pesat menciptakan konektivitas yang tidak lagi terbatas. Akhirnya mengubah pola serta gaya hidup, kini tercipta sebuah istilah ekonomi kreatif, Anda sudah mengetahui konsep ekonomi kreatif?

Ya, ekonomi kreatif atau ekraf ini lahir dari perkembangan teknologi yang banyak mengubah cara konvensional menjadi lebih kekinian. Perubahan ke arah ekonomi kreatif ini sangat dinamis dan kompleks karena produknya nanti lebih inovatif.

Masyarakat pun dituntut untuk membuat, mencari, mencoba bahkan menemukan cara untuk mendapatkan inovasi dalam bisnisnya itu.

Muncullah istilah ekonomi kreatif yang menjadi landasan untuk menciptakan kreatifitas dan pengetahuan sebagai asetnya. Dari situ kemudian bisa menggerakkan bisnis juga ekonomi secara menyeluruh.

Konsep ekonomi kreatif banyak memicu negara lain untuk mengembangkannya sebagai roda penggerak perekonomian. Lebih jelasnya, simak ulasan di bawah ini.

Mengenal Konsep Ekonomi Kreatif

Ekonomi kreatif merupakan konsep era ekonomi baru yang lebih banyak mengandalkan ide-ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama. Dari konsep tersebut kemudian lahirlah dan didukung dengan adanya keberadaan industri kreatif sebagai wadah nyata.

Konsep ini terus berkembang karena banyak pengusaha kreatif yang berhasil menuangkan ide dan kreativitasnya. Sehingga produk dengan inovasi tinggi berhasil diciptakan oleh industri kreatif.

Tak hanya itu, ekonomi kreatif juga mendapatkan dukungan pemerintah, di Indonesia sendiri berada di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Perkembangan dari para pelaku sektor kreatif berharap bisa menjadi salah satu pilar pemasukan dan perekonomiannya.

Menurut studi kasus mengenai pertumbuhan bisnis kreatif ini, nilai pertumbuhan ekonomi kreatif berada di atas sektor lain. Pertumbuhannya bisa mencapai 5,67%, angka yang cukup bagus untuk bersikap optimis terhadap industri kreatif.

Ekonomi kreatif memiliki hubungan yang cukup erat dengan perkembangan internet. Bahkan media sosial juga berperan aktif untuk meningkatkan awareness terhadap keberadaan bisnis yang menjanjikan ini.

Di Indonesia, industri kreatif sedang populer dimana hampir seluruh masyarakat menyadari terhadap perkembangan ekonomi ke arah ekonomi kreatif. Dari situ konsep ekonomi kreatif terus berkembang dan melahirkan beberapa jenis (sub sektor), yakni:

Arsitektur

Industri kreatif arsitektur bisa berbentuk desain bangunan, desain ruangan untuk kebutuhan sehari-hari, desain rumah sesuai permintaan konsumen, desain kantor, dan lainnya. Tak hanya itu, ekonomi kreatif jenis arsitektur melibatkan bahan baku lokal seperti rotan dan kayu jati untuk desain interiornya.

Peran arsitektur di Indonesia sangat penting. Dalam hal budaya, keanekaragaman arsitektur lokal dan daerah menunjukkan karakter Bangsa Indonesia yang mempunyai beraneka ragam budaya. Sedangkan dalam hal pembangunan, arsitektur juga berperan dalam merancang dasar pembangunan sebuah kota. Karena potensinya yang sangat besar, Kemenparekraf memasukkan arsitektur sebagai salah satu sub sektor yang layak untuk dikelola secara lebih serius.

Saat ini, sub sektor arsitektur menghadapi berbagai macam tantangan. Salah satu di antaranya adalah kekurangan arsitek di Indonesia. Menurut data anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), jumlah arsitek di Indonesia hanya 15 ribu orang, sangat kurang jika dibandingkan dengan 250 juta penduduk Indonesia. Sedangkan tantangan lain adalah para pengembang besar lebih banyak menggunakan jasa arsitek asing daripada arsitek lokal.

Meski begitu, pembangunan sarana dan prasarana di Indonesia masih sangat membutuhkan peran arsitek. Arsitektur menjadi bagian penting dari pengembangan industri nasional yang sedang bergeser dari raw-based economy menjadi knowledge-based economy. Para arsitek pun saat ini mulai memunculkan inovasi produk arsitektur yangmenyiratkan karakter budaya dan kearifan lokal.

Periklanan

Jika dulu hanya mengandalkan iklan TV, radio, media cetak dan brosur, kini mengalami perkembangan. Iklan di era ekonomi kreatif sudah masuk ke media sosial, website, flash mob hingga mengadakan kerjasama dengan influencer.

Tentu saja media iklan tersebut menggunakan ide-ide segar sebagai konsep ekonomi kreatif yang paling fundamental.

Handicraft atau Kerajinan Tangan (Kriya)

Pada bidang seni, inovasi bisa terlihat pada produk yang menghasilkan nilai seni tinggi. Pengusaha lokal dengan usaha kecil menjalin kerjasama dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif di lingkungannya.

Karena bernilai seni, tidak heran jika erat kaitannya dengan nilai tradisi lokal dan kebudayaan Indonesia.

Kuliner

Urusan perut sepertinya tidak akan ada matinya. Inovasi di bidang ini seakan-akan bersifat mutlak agar orang-orang tetap bisa menikmati makanannya.

Perkembangan kuliner sebagai bisnis industri kreatif tidak memiliki batasan, semakin kreatif berarti semakin meningkat peminat kulinernya.

Film, Animasi, dan Video

Sebagai salah satu jenis ekonomi kreatif, bidang yang satu ini bisa dilihat dari kemampuan pelaku industri untuk menciptakan nilai seni yang tinggi. Bahkan melalui ide yang dituangkan dalam bentuk film atau video, itu tidak terbatas kreativitasnya.

Fotografi

Perkembangan sub sektor fotografi yang cukup pesat tak lepas dari banyaknya generasi muda yang sangat antusias belajar fotografi. Tak sedikit pula dari mereka yang kemudian memutuskan terjun di bidang ini sebagai profesional. Masyarakat pun memberikan apresiasi yang positif terhadap dunia fotografi.

Beberapa pelaku memberikan pendapatnya tentang apa yang masih harus digarap dalam bidang fotografi ini. Pertama, belum adanya perlindungan HKI terutama untuk hak penggunaan karya fotografi. Kedua, belum adanya pengarsipan karya-karya fotografi Indonesia. Dan ketiga, Kementerian Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif diharapkan bisa membantu para fotografer Indonesia mendapatkan perhatian internasional.

Salah satu program yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif adalah sertifikasi terhadap para fotografer. Dengan adanya sertifikasi ini diharapkan ada standar yang jelas terhadap profesi fotografer. Kementerian Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif juga akan memfasilitasi perlindungan HKI terhadap karya-karya fotografi, dan meningkatkan eksposur fotografer lokal ke kancah internasional.

Desain Komunikasi Visual

Desain Grafis (DKV) punya peran yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis pengusaha swasta, pemilik merek, dan bahkan kelancaran program-program pemerintah. Potensi pasar domestik sangat menjanjikan, terutama dengan semakin banyaknya praktisi DKV lokal yang lebih memahami situasi pasar, pengetahuan, dan nilai-nilai lokal.

Potensi ini masih harus ditingkatkan, seperti kesadaran pasar tentang pentingnya desain. Hasil karya desainer grafis sering dinilai dengan harga yang kurang layak. Padahal para desainer grafis membutuhkan proses yang cukup panjang dalam bekerja, dari memikirkan filosofi, mengolah desain sehingga mempunyai makna, dan menghasilkan produk jadi. Ajakan kepada para pengusaha untuk menggunakan jasa desainer grafis lokal pun perlu lebih lantang diserukan.

Kementerian Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif dengan segala wewenangnya akan ikut membangun DKV menjadi sub sektor yang unggul dan mampu bersaing baik di dalam negeri dan internasional. Beberapa program yang bisa dilakukan adalah dengan mempromosikan serta memublikasikan hasil karya sub sektor ini, membuat regulasi agar para pekerja desain lokal mendapatkan prioritas dalam menggarap proyek perusahaan domestik daripada para desainer luar, terutama setelah kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) diberlakukan.

Televisi dan Radio

Meskipun tidak semutakhir ponsel dan gawai lainnya, televisi dan radio masih mempunyai peran yang sangat besar dalam penyebaran informasi. Saat ini, kepemilikan televisi dan radio sudah merata, sehingga setiap lapisan masyarakat bisa mengakses teknologi ini. Pertumbuhan jumlah stasiun televisi dan stasiun radio pun masih terus bertambah.

Namun, pertumbuhan dan potensi tersebut belum disertai dengan tayangan televisi yang berkualitas. Mayoritas program televisi, karena mengejar rating tinggi, tak lagi memperhatikan kualitas program yang ditayangkan. Industri ini kekurangan rumah produksi dan SDM yang bisa merancang program-program berkualitas.

Sebagai wakil dari pemerintah untuk menangani industri kreatif, Kementerian Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif akan menyediakan berbagai fasilitasi yang dibutuhkan oleh sub sektor televisi dan radio. Fasilitasi tersebut akan meliputi banyak hal, mulai dari program-program acara yang berkualitas, mendukung pembentukan SDM yang berkualitas, dan segala hal yang berkaitan dengan kekreativitasan dalam sub sektor ini.

Seni Pertunjukan

Seni pertunjukan dari masing-masing daerah sudah tersebar secara sporadis ke seluruh wilayah di Indonesia. Banyaknya jumlah seni pertunjukan baik tradisi maupun kontemporer yang selama ini dikreasikan, dikembangkan, dan dipromosikan, telah mendapatkan apresiasi dunia internasional.

Peran Pemerintah tentu sangat diperlukan, terutama dalam menentukan regulasi yang komprehensif untuk mendorong sub sektor seni pertunjukan ini supaya lebih berkembang. Tak hanya itu, peran pemerintah dalam memfasilitasi pembangunan gedung atau tempat pertunjukan yang representatif dan bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat juga mutlak diperlukan.

Sebagai lembaga pemerintah, Kementerian Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif akan mendukung perkembangan sub sektor seni pertunjukan. Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Bekraf akan menyediakan fasilitasi regulasi, pembangunan tempat pertunjukan, fasilitasi pembentukan performing art board/council untuk memetakan platform dan menjaga standar seni pertunjukan, festival-festival pertunjukan seni, dan lain sebagainya. Kemenparekraf optimistis sub sektor ini bisa berkembang secara maksimal.

Penerbitan

Sub sektor Penerbitan berperan dalam membangun kekuatan intelektual bangsa dan terus berupaya untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Pasar industri penerbitan memang tidak sebesar sub sektor yang lain, namun industri ini punya potensi yang tak kalah kuat. Banyak penerbitan besar dan kecil yang masih bermunculan meramaikan industri ini. Ditambah lagi perkembangan teknologi yang memungkinkan buku diterbitkan dalam bentuk digital.

Penerbitan turut berperan aktif dalam membangun kekuatan intelektual bangsa. Munculnya sastrawan, penulis, peneliti, dan para cendekiawan, tak lepas dari peran industri ini. Walaupun saat ini profesi penulis masih dianggap kurang menjanjikan, banyak para penulis muda yang sangat antusias, silih berganti menerbitkan karya-karyanya.

Kementerian Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif akan turut mengelola industri penerbitan sebagai salah satu sub sektor unggulan. Peran Kementerian Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif adalah menyediakan berbagai fasilitasi, seperti membuka akses di pasar domestik (daerah) dan global, fasilitasi kebijakan perpajakan yang bisa meringankan industri penerbitan, dan lain sebagainya. Kementerian Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif optimistis sub sektor penerbitan bisa berkembang menjadi lebih besar.

Desain Interior

Dalam dua dekade terakhir perkembangan sub sektor ini menunjukkan kemajuan yang sangat pesat yang ditandai meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap jasa desainer interior.

Masyarakat mulai mengapresiasi estetika ruangan secara lebih baik. Penggunaan jasa desainer interior untuk merancang estetika interior hunian, hotel, dan perkantoran pun semakin meningkat. Sudah jelas bahwa potensi ekonomi dari industri desain interior sangat menjanjikan.

Itu bisa menjadi momentum positif bagi sub sektor desain interior yang tidak boleh disia-siakan. Munculnya berbagai sekolah, konsultan, perusahaan, dan asosiasi desain interior menunjukkan adanya semangat dari sub sektor ini untuk berkembang di pasar nasional bahkan internasional. Selain itu, desain interior dengan karakter otentik Indonesia, tentu bisa dikembangkan untuk menunjukkan identitas bangsa.

Kemenparekraf melihat ada beberapa hal yang masih perlu digarap dalam sub sektor ini, antara lain adalah proteksi terhadap para pelaku kreatif desain interior di pasar domestik, adanya sertifikasi untuk menciptakan standar, dan perlindungan hak cipta. Selain itu Kemenparekraf juga akan menginisiasi promosi desain interior melalui berbagai program, salah satunya dengan mengadakan event atau pameran berskala internasional secara rutin. Sub sektor desain interior dengan segala potensinya tentubisa bersaing secara domestik ataupun global.

Desain Produk

Tren sub sektor ini sangat positif. Dengan populasi penduduk yang didominasi oleh usia produktif, potensi terbentuknya interaksi antara pelaku industri dan pasar pun sangat besar. Ditambah lagi masyarakat dan pasar sekarang memiliki apresiasi terhadap produk yang berkualitas.

Sub sektor desain produk juga didukung oleh para pelaku industri yang memiliki craftmanshift andal. Para desainer produk mampu menggali dan mengangkat kearifan lokal, kekayaan budaya Indonesia yang beraneka ragam, dalam setiap karya-karyanya. Sebagai wakil pemerintah, Kementerian Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif akan mengelola sub sektor ini dan mendampingi para pelaku kreatif dalam mengembangkan bisnisnya.

Beberapa pendekatan yang bisa dilakukan untuk sub sektor ini adalah dengan mengelola industri dari hulu ke hilir, bekerja sama dengan berbagai asosiasi untuk meningkatkan penggunaan desain produk lokal Indonesia, dan mendirikan pusat desain sebagai hub lintas sub sektor. Untuk jangka panjang, perlu adanya undang-undang atau peraturan yang menetapkan supaya setiap retail dan mal menjual minimal 20-30% produk-produk lokal.

Fesyen (Fashion)

Tren fashion senantiasa berubah dengan cepat. Dalam hitungan bulan, selalu muncul mode fashion baru. Ini tak lepas dari produktivitas para desainer fashion lokal yang inovatif merancang baju-baju model baru, dan munculnya generasi muda kreatif yang antusias dengan industri fashion ini. Masyarakat sebagai pasar pun juga semakin cerdas dan berselera tinggi dalam memilih fashion.

Di sisi lain, sub sektor ini harus menghadapi banyak tantangan. Fashion lokal masih menjadi anak tiri, pasar memprioritaskan ruangnya untuk produk-produk impor, sehingga fashion lokal kurang mendapatkan tempat. Sedangkan tantangan lain yang tak kalah penting adalah sinergi industri hulu ke hilir, mulai dari pabrik tekstil/garmen, perancang busana, sampai ke urusan pasar.

Dengan optimisme bahwa industri fashion bisa bersaing di Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Kementerian Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif akan melakukan pendampingan melalui fasilitasi-fasilitasi yang bisa mendorong sub sektor ini menjadi semakin besar. Kementerian Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif akan mengeluarkan kebijakan untuk mendorong penggunaan karya fashion dalam negeri, melancarkan ketersediaan bahan baku, sampai pada promosi produk-produk fashion dalam negeri di pasar domestik dan global.

Seni Rupa

Industri seni rupa dunia sedang memusatkan perhatiannya ke Asia Tenggara. Indonesia pun tak luput dari perhatian mereka. Di mana Indonesia mempunyai potensi terbesar baik secara kualitas, kuantitas, pelaku kreatif, produktivitas, dan potensi pasar. Seni rupa Indonesia juga sudah memiliki jaringan yang sangat kuat baik dalam negeri ataupun di luar negeri.

Berbagai festival seni rupa diadakan secara rutin, bahkan yang reputasinya diakui secara internasional. Hingga kini sudah lebih dari 160 pelaku kreatif seni rupa Indonesia terlibat dalam forum dan acara internasional.

Melihat potensi yang sangat besar ini, Kementerian Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif antusias untuk memberikan dukungan sesuai dengan kewenangannya sebagai lembaga pemerintah. Kementerian Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif akan menyediakan berbagai fasilitas seperti pembangunan ruang seni dan budaya, fasilitasi forum dan ajang seni rupa bertaraf internasional, serta mewujudkan supaya Indonesia menjadi pusat seni rupa Asia Tenggara.

Musik

Meskipun sub sektor musik punya potensi yang sangat besar, beberapa pelaku melihat permasalahan yang harus segera diselesaikan.

Salah satu tantangan terbesar pembajakan yang masih marak sehingga menyebabkan perkembangan industri musik di Indonesia terhambat. Pembajakan tentunya menyebabkan turunnya kualitas dan kuantitas produksi, menurunnya apresiasi masyarakat terhadap musik, dan turunnya minat investasi di bidang ini.

Kementerian Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif menyediakan fasilitasi untuk para pelaku industri musik. Beberapa fasilitasi yang akan disediakan oleh Kementerian Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif antara lain perlindungan HKI sehingga bisa mengurangi pembajakan, menginisiasi terbentuknya inkubator-inkubator musik, membuka akses permodalan untuk industri musik, membangun ekosistem bisnis musik yang sehat, dan program-program lain.

Aplikasi

Meningkatnya penetrasi pemanfaatan gawai oleh masyarakat tak lepas dari peran aplikasi yang tertanam di dalamnya. Masyarakat sudah fasih menggunakan berbagai jenis aplikasi digital seperti peta atau navigasi, media sosial, berita, bisnis, musik, penerjemah, permainan dan lain sebagainya. Berbagai aplikasi tersebut didesain supaya mempermudah pengguna dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Maka tak heran jika potensi sub sektor aplikasi dan sangat besar.

Di lain pihak, sub sektor ini masih menghadapi berbagai tantangan. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) baik secara kuantitas atau kualitas, sedikitnya minat investor pada industri ini, dan belum adanya kebijakan proteksi yang memihak pada kepentingan developer domestik. Situasi inilah yang menyebabkan ekosistem sub sektor ini belum terbangun secara maksimal.

Pengembang Permainan

Industri dan ekosistem permainan (game) lokal memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam ekonomi kreatif Tanah Air. Kontribusi game untuk ekonomi kreatif Indonesia pada 2017 adalah 1,93 persen PDB, dengan 44.733 jumlah tenaga kerja di sub sektor ini. Di tahun yang sama ada 51 pengembang game lokal baru yang dari tahun ke tahun bertambah jumlahnya.

Kementerian Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif pun mendorong para pengembang game lokal untuk berkarya, karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan pangsa pasar game yang peningkatannya cenderung signifikan. Banyak peluang yang bisa didalami, baik sebagai pembuat maupun pemain profesional. Mengingat demografi Indonesia semakin banyak segmen produktif dan jumlah middle income class yang tinggi.

Karakteristik Ekonomi Kreatif

Konsep ekonomi kreatif menawarkan ide yang lebih fleksibel, bahkan bisa menembus berbagai kalangan sesuai tingkat penerimaannya. Semakin kreatif ide yang ditawarkan, maka biasanya bisa mencapai semua kalangan tanpa batasan.

Karakteristik ekonomi kreatif bisa dikenali dari poin-poin yang ada di bawah ini:

Berbasis Ide dan Gagasan yang Fresh

Sudah barang tentu bahwa bisnis kreatif harus diisi oleh ide dan gagasan yang dimiliki para pelakunya. Jika satu karakteristik ini hilang, maka tidak lagi bisa disebut sebagai ekonomi kreatif.

Berkembang Secara Terbuka dan Tidak Terbatas

Bisnis kreatif berkembang secara terbuka dan penuh inovasi karena tidak mengikuti cara kolot dalam menghasilkan produknya.

Hasil Kreasi Intelektual

Bahkan kalau perlu, setiap karya ekonomi kreatif harus memiliki hak cipta agar tidak tidak terjadi tindakan plagiat. Produk tersebut merupakan proyeksi dari kreativitas, talenta dan kekayaan intelektual yang dimilikinya.

Bersifat Relatif dan Mudah Tergantikan

Bisnis ini sangat bergantung pada kemajuan zaman dan teknologi yang sedang digunakan. Maka sejak awal konsep ekonomi kreatif membutuhkan inovasi tanpa henti.

Tidak heran jika sebuah produk yang dihasilkan memiliki siklus tersendiri dengan cukup singkat namun menawarkan margin keuntungan yang tinggi.

Bagaimana Perkembangan Ekonomi Kreatif di Indonesia?

Sebenarnya sudah sejak lama industri kreatif coba dikembangkan, lebih tepatnya sejak 2006 silam. Awalnya belum terpusat dan hanya tersebar di beberapa daerah dengan level yang kecil.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat itu berinisiatif untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif. Secara nasional digaungkan dengan merangkul banyak pihak yang memiliki hubungan dengan sektor ini.

Kemudian diikuti dengan pengembangan ekonomi kreatif di setiap wilayah Indonesia, salah satunya berada di bawah Departemen Perdagangan tahun 2007. Di tahun itu juga terdapat Studi Pemerataan Kontribusi Industri Kreatif Indonesia pada Trade Expo Indonesia.

Akhirnya, kini terdapat Kementerian yang lebih serius dalam menangani Konsep Ekonomi Kreatif melalui Kementerian Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

EdukasiEkonomi

Qana

No one can make you feel inferior without your consent.